Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2019

Berbagai Perusahaan Teknologi Ungkap Kinerja AMD EPYC Generasi Kedua

0

Osiskalamkudus.blogspot.com  - Pada peluncuran AMD EPYC di Roma, Italia, berbagai perusahaan teknologi mengungkap kinerja AMD EPYC pada adopsi yang mereka lakukan. Beberapa perusahaan itu adalah Dell Technologies, Nokia, IBM Cloud, ATOS, OVH Cloud, dan TSMC.

Prosesor AMD EPYC Generasi Kedua mentenagai lima platform baru Dell EMC PowerEdge. Kelima platform tersebut dioptimalkan untuk mendukung fitur-fitur prosesor baru AMD EPYC tersebut, termasuk PCIe 4.0.

Sistem Cloud Packet Core Nokia dipercepat secara signifikan oleh prosesor AMD EPYC Generasi Kedua sehingga bisa membantu layanan penyedia. Layanan tersebut menghadirkan broadband terkonvergensi, IoT dan layanan komunikasi machine-type untuk 5G. Hasil pengujian Nokia menunjukkan bahwa sistem Cloud Packet Core dengan AMD EPYC Generasi Kedua memberikan peningkatan 2x dibandingkan sistem sebelumnya.

Banyak pelanggan IBM Cloud pun terpenuhi kebutuhannya di area tertentu berkat prosesor AMD EPYC Generasi Kedua. Beberapa kebutuhan tersebut mencakup peningkatan keamanan cloud, memori bandwidth yang lebih baik untuk big data, beban kerja analitik, skala inti dan terobosan kinerja untuk beban kerja berat. Recananya IBM akan menawarkan  kinnerja lebih bagi para kliennya di tahun 2020.

Genci dan ATOS juga memakai prosesor AMD EPYC Generasi Kedua karena kinerja, efisiensi dan TCO yang luar biasa. Penggunaan supercomputing untuk memberi manfaat bagi komunitas ilmiah Prancis diperluas oleh Genci.

Contoh hosting kelas atas baru dihadirkan oleh OVHcloud menggunakan prosesor AMD EPYC 7402P yang tersedia pada akhir tahun 2019. OVHcloud adalah penyedia cloud global yang piawai dalam menghadirkan kinerja industri dan solusi dengan biaya efisien. Adopsi  AMD EPYC Generasi Kedua dilakukan TSMC untuk membantu mentenagai teknologi proses terkemuka dan penelitian generasi berikutnya.

“Kami bangga memiliki platform baru dari Dell dan elanggan baru mengadopsi AMD EPYC Generasi Kedua untuk cloud, komputasi enterprise dan HPC. Prosesor AMD EPYC terus kami tempatkan di tingkat baru. Kami senang memiliki ekosistem yang mendukung kami di seluruh software, hardware dan penyedia cloud,” ucap Forrest Norrod, Senior Vice President and General Manager, Datacenter and Embedded Solutions Business.

Anggota baru AMD EPYC Generasi Kedua pun dihadirkan oleh AMD, yaitu EPYC 7H12. Prosesor ini memiliki 64 inti/128 thread, dan kecepatan clock dasar 2,6 Ghz yang bisa ditingkatkan sampai 3,3GHz dan TDP 280W. Spesifikasi ini khusus dirancang bagi pelanggan dan beban kerja HPC. Kinerja supercomputing terkemuka dihadirkan dengan pendinginan. Pengujian juga dilakukan ATOS pada BullSequana XH2000, prosesor baru EPYC 7H12 yang mencapai nilai LINPACK 4.2 TeraFLOPS atau sekitar 11% lebih tinggi dibandingkan AMD EPYC 7742.

Selasa, 01 Oktober 2019

Huawei Luncurkan Sistem Layanan Travel Cerdas Berbasis 5G di Tiongkok

0

Osiskalamkudus.blogspot.com – Huawei bekerja sama dengan China Eastern Airlines dan China Unicom Beijing untuk menghadirkan sistem layanan travel cerdas berbasis 5G. Sistem yang berlokasi di Bandara Internasional Daxing, Beijing ini memberikan berbagai layanan berbasis 5G terpersonalisasi bagi penumpang saat di bandara. Layanan tersebut mencakup pemanfaatkan aplikasi cerdas dan layanan bagasi tanpa kertas, serta teknologi pengenalan wajah untuk keamanan dan check-in.

Teknologi mutakhir 5G, AI dan AR pada layanan-layanan di bandara tersebut menjadi standar baru dari smart airport generasi masa depan. Kerjasama antara pihak bandara dan industri telekomunikasi diharapkan dapat memperkuat strategi branding bandara ke tingkat yang lebih tinggi.

Pada Agustus 2019 lalu diselenggarakan Huawei 5G LampSite, yaitu sistem digital dalam ruangan untuk China Unicom Beijing. Sistem ini mendukung jaringan 5G berkualitas di terminal bandara dengan kecepatan sampai 1,2 Gbit/detik. Kecepatan tersebut memadai untuk menghadirkan layanan dan pengalaman 5G terbaik bagi penumpang.

Layanan dengan Teknologi Pengenalan Wajah

China Eastern Airlines Suguhkan Layanan Berbasis 5G dan AR
Penumpang China Eastern Airlines tak perlu lagi menunjukkan kartu identitas atau memindai QRcode penerbangan di bandara Internasoinal Daxing, Beijing. Mereka cukup memindai wajah saat membeli tiket, proses check-in, memasukkan bagasi, pemeriksaan keamanan sampai siap terbang. Teknologi ini juga membantu awak pesawat dalam mengkonfirmasi penumpang dan membantu menempati kursi yang sesuai. Tersedia juga notifikasi jam berangkat dan tiba, serta prediksi waktu untuk menuju boarding gate dari posisi saat itu.

Di area ground pun teknologi pengenalan wajah memudahkan pegawai untuk mengidentifikasi penumpang dan memberikan informasi penerbangan penting agar tidak terlambat. Penumpang juga bisa memperoleh informasi penerbangan, boarding gate, dan cuaca di lokasi tujuan dengan memindai wajah pada terminal layar cerdas. Terminal tersebut tersedia di area-area check-in, ruang-ruang tunggu VIP dan pintu-pintu pengecekan keamanan.

China Easter Airlines menyediakan storage yang aman untuk menyimpan data penumpang dan menghapus data saat penumpang telah naik pesawat. Komitmen ini meyakinkan penumpang dalam menikmati layanan cerdas yang dihadirkan melalui dukungan teknologi-teknologi mutakhir tersebut.

Layanan yang dipersonalisasi bagi pelanggan maskapai China Eastern Airline dapat terselenggara berkat jaringan 5G China Unicom Beijing yang digelar Huawei. Jaringan tersebut mampu menyajikan transmisi data dan volume yang begitu besar. Para penumpang jug bisa memperoleh informasi layanan yang disampaikan otomatis melalui aplikasi maskapai tersebut.

Selain mengingatkan, aplikasi juga menyediakan informasi untuk loading bagasi, estimasi bagasi sampai di tempat klaim bagasi, penjemputan bagi penumpang anak-anak dan estimasi penumpang tiba di gerbang boarding. Nantinya China Eastern Airlines akan menghitung juga waktu tempuh dari lokasi keberangkatan menuju bandara dan memberitahu jika penumpang tiba di area layanan. Harapannya seluruh fitur bisa meminimalisir kesulitan yang dihadapi penumpang ketika berada di bandara dan memberikan pengalaman yang nyaman dan mudah.

Maskapai juga akan melengkapi solusi RFID tagging pada pelacakan bagai berbasis 5G. Kartu RFID bisa dipakai ulang dan memudahkan penumpang melakukan check-in bagasi. Cukup tap kartu pada smartphone yang support NFC, sistem otomatis log nomor penerbangan dan tujuan bagasi dan memperoses aktivasi pengantaran bagasi. Kini tak perlu lagi kertas untuk mengelola bagasi, status bagasi pun bisa dicek dari aplikasi sehingga lebih efisien.

Penerapan jaringan 5G pada layanan travel cerdas menjadi bukti transformasi China Eastern Airlines menjadi smart airline. Layanan penerbangan semakin cerdas dan nyaman bagi  penumpang berkat kolaborasi dengan Huawei dan China Unicorm Beijing. Maskapai tersebut berhasil mengembangkan dan menerapkan sistem layanan penerbangan yang cerdas di kota-kota utama lain di Tiongkok, terutama Beijing dan Shanghai.

© 2013 iPRESS. All rights resevered. Designed by Templateism